Rabu, 05 Maret 2014
Barangkali Rindu
Sepiring dentingmu kutemukan di kulkas pagi ini
masih kosong, masih monokrom
Atau ada yang aneh di cangkir kopiku yang mulai retak sana-sini
kadang riaknya berbentuk senyummu
Kusepakati komitmen dengan detik-detik pemalas
yang melangkah sekali dalam sehari
Lihatlah panjangnya cerita menujumu!
Bayangkan saja; bintang bisa terlihat - sedang kau tidak.
Barangkali ini rutinitas
barangkali tradisi
barangkali nyaris masokis
atau barangkali sesimpel apa yang mereka sebut
rindu.
Jumat, 07 Februari 2014
Surat dari Rumah
Halo,
kalian berdua yang tak terkecap mata:
yang satu terpaut ribuan kilometer samudera -
yang satu lagi, tersekat ribuan sel kulit dan dinding rahim
Hanya ingin kalian tahu,
bisa kurasa gelombang kalian yang kuat,
di mana-mana, di kapan-kapan:
bangun dari tidur, keluar dari toilet,
bahkan di mimpi semalam yang tak lagi diingat
Kita telah sepakat untuk tidak pernah lupa bahwa jarak, atau separator apapun adalah ilusi
sebab bersama janji, darah kita telah terkepang di kehidupan lampau
Nanti, saat ilusi lain bernama waktu mengakhiri hari ini
ingatlah untuk selalu mengenalku.
Sebab seperti pun kalian, aku bukan mimpi semalam.
Teman setim kalian di dunia,
Amanda.
Sabtu, 28 Desember 2013
Ide*
Aku punya ide
untuk menua bersamamu
dalam kebosanan yang panjang
hingga tanah melahapmu yang sedang minum kopi
dan aku yang membaca buku,
karena dunia terlalu bosan melihat kita.
(*karena bosan lebih licik menguji - ketimbang masalah)
untuk menua bersamamu
dalam kebosanan yang panjang
hingga tanah melahapmu yang sedang minum kopi
dan aku yang membaca buku,
karena dunia terlalu bosan melihat kita.
(*karena bosan lebih licik menguji - ketimbang masalah)
Kamis, 28 November 2013
Move On
Di sana, jauh di sudut laci mejamu
terlipat juga secarik kenangan
sedang ratusan fabel telah kau tulis untuk melupa
Bakar, bakar
Apa lagi yang kau tunggu?
Ah, sering kau lupa
tubuhmu sudah penuh luka.
Minggu, 10 November 2013
Bahagia Itu Tidak Sederhana
Ya,
seperti pagi ini
saat bercanda denganmu yang tengah
memberi makan kura-kura di halaman belakang kita
yang penuh kupu-kupu
dan alunan yang menggema
Serta detak jantung kecil dari dalam yang
berkata, "Bapak, Ibu, tunggu aku ya."
Tidak ada kata sederhana yang bisa mewakilinya. Pun kisah sederhana untuk memeluknya.
Alhamdulillah :')
seperti pagi ini
saat bercanda denganmu yang tengah
memberi makan kura-kura di halaman belakang kita
yang penuh kupu-kupu
dan alunan yang menggema
Serta detak jantung kecil dari dalam yang
berkata, "Bapak, Ibu, tunggu aku ya."
Tidak ada kata sederhana yang bisa mewakilinya. Pun kisah sederhana untuk memeluknya.
Alhamdulillah :')
Langganan:
Postingan (Atom)


