Jumat, 19 Mei 2023

Si Paling Surga


"Iya deh, yang punya orang dalam di surga..."
"Kayak surga punya dia sendiri saja!"
"Cieee si paling surga!"

Saya selalu takjub dengan tulisan-tulisan tak berwajah di sosial media. Meski puluhan tahun hobi menulis, saya masih terperangah dengan kekuatan kata-kata yang tidak pernah terlintas di benak saya! 

Yang sering luput adalah, pemiliknya kadang tidak menyadari magisnya kata yang diketiknya dan pengaruhnya terhadap orang yang ditujunya. 

Padahal, di balik dunia maya, mereka yang disebut "Si paling surga" mungkin sedang menangisi dosa-dosa mereka yang sampai sekarang belum bisa mereka tinggalkan.

Bisa jadi, unggahan mereka adalah untuk melawan diri yang ingin mengkhianati postingan itu sendiri.

Bisa jadi, mereka hanya takut membuat duri dalam media sosial yang kelak akan menusuk kaki mereka sendiri. 

Ya, war dengan diri sendiri ternyata lebih sulit dari melawan ratusan ribu orang lain. 

Mungkin karena, menghadapi diri sendiri adalah 24/7 non-stop online
tanpa block
tanpa turn off comments
tanpa delete

Dan yang nyata di dunia ini sebenarnya adalah maya di akhirat
Dan segala tentang surga atau neraka ternyata bukan urusan nanti
       tapi sekarang; kesempatan
       mendapatkan tiket yang
       tak akan terulang.

Sabtu, 21 Januari 2023

Sabar

Siang ini, saya mencoba merakit kembali potongan teori dari media ini dan itu, menjadikannya sebuah kolase utuh, dan gagal. Jari saya sepertinya terlalu kuat menggenggam sekaligus terlalu lemah mengangkat; kepingan itu berserakan, menempel di tempat tak seharusnya, tak berbentuk pun bernilai. 

_Dalam Al Qur'an, sinar matahari disebut dhiya'. Cahaya bulan disebut nur._

Sejenak, sy melihat diri saya sedang duduk di bangku SD, sedang mencatat pelajaran tentang perbedaan sinar dan cahaya. Saya terpaku. Kepingan yang berusaha saya susun adalah sabar. Yang teorinya begitu indah, konsepnya nyaris sempurna. Tapi sedetik menjalaninya, saya gugup.

_Rasulullah ﷺ menyebut sabar sebagai dhiya', shalat sebagai nur._

 Sabar — seperti matahari — sinarnya adalah sumber, bukan pantulan. Sarat energi, penuh panas.
Meski sekilas, sabar tampak seperti air tanpa riak. Tenang, hening. Nyatanya, menahan diri kerap makan energi tidak kalah banyak ketimbang meluapkan emosi. 

_Sabar itu ada tiga. Yang pertama, sabar dalam ketaatan. Kedua, sabar dalam menjauhi maksiat. Lalu, sabar dalam menghadapi takdir._

Mungkin pelajaran yang satu ini, adalah subjek seumur hidup. Dhiya' dan nur adalah kebutuhan seumur hidup. 

_“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45)_

Selasa, 03 Januari 2023

Puisi Mas Nuh

Tadi siang, aku tidak main bersama ibuku

Ibuku membuatkan susu
tapi bukan jam 10;
                              aku mengingatkannya dulu.

Rabu, 31 Agustus 2022

Jebakan

"Ya Rabb-ku, ... jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala."
(Surah Ibrahim: 35) 

Ia, seorang nabi, Khalilullah, bapak para nabi. Tapi, ya, ia takut. Takut diri dan keturunannya berbuat kesyirikan. 

Saya terhenyak. Saya bukan siapa-siapa. Anak nabi, bukan. Seorang 'alim, bukan. Karib dengan 'alim pun tidak. 

Masih merasa aman? 
Hanya dengan mengantongi KTP 'Islam'? 

_Tidak ada yang takut akan kesyirikan dan kemunafikan kecuali orang-orang mukmin._

Merasa aman adalah jebakan!

Saya mendengar warna. Melihat atribut. Hilang di tengah ramai gempita.
Dan masih merasa aman? 

Batas itu tipis. Terus menerus menipis.

Saya paham benar bahwa tidak benar paham dan dunia benar-benar tempat kesalahpahaman. 

_Wallahu waliyyut taufiq._

Senin, 02 Mei 2022

Ramadhan

Ya Rabb. 
Sesungguhnya satu Ramadhan sering terasa tidak cukup bagi
kehausan hamba akan rahmatMu

Namun Engkaulah Rabb Yang Maha Mengetahui
dan hamba tidak tahu apa-apa

Dan Engkaulah Rabb yang begitu luas kasih sayangNya
dan hamba begitu kerdil, begitu butuh

Apalah hamba tanpa ampunanMu, ya Rabb
tanpa rahmat dan pertolonganMu

Sesungguhnya amalan hamba sangat sedikit
(itu pun, tidak bisa hamba lakukan tanpa bantuanMu), 
dan Engkau berhak atas yang lebih banyak dari hamba

Maka ampunilah kekurangan hamba, 
dan masukkanlah hamba ke dalam golongan orang-orang yang Engkau rahmati, Engkau mudahkan dalam beribadah, Engkau ampuni, Engkau terima ibadahnya, Engkau lindungi, Engkau beri pertolongan

Meski hamba tidak pantas untuk itu, tapi, 
hamba tidak bisa tanpa rahmatmu, ya Rabb

Apalah hamba tanpa ampunanMu

Hati hamba begitu perih dengan perginya ramadhan
dan yang bisa menenangkan hamba adalah bahwa rahmatMu ada di sepanjang tahun
Terimalah amalan hamba yang begitu sedikit dan penuh kekurangan ini, ya Rabb
dan dengan rahmatMu, hamba mohon cukupkanlah amalan hamba untuk mendapat rahmatMu lagi

Karena, sungguh, apalah hamba tanpa rahmatMu. 

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni
Rabbana taqabbal minna, innaka anta sami'ul 'alim.