Kamis, 05 Februari 2015

Februari Ini

Siapa yang memintamu berharap?
Kini tertimbun kamu di dasar ekspektasi hampa udara. Kamu pikir obat masih tersedia, lalu menyepelekan sakit?

Di sana kamu memutihkan dosa, mengampuni cinta, meminta-minta pada punggung yang tak kunjung berbalik. Ingatlah, ada denting yang meminta dipedulikan, wahai Pelupa Waktu!

Yang kamu dengar bukan lagu, bukan. Tak juga tangisan. Februari ini, tak ada perayaan bagi duka, pun penghargaan bagi suka. Sadarlah, ini waktunya tidur.


Jika kamu tidak bahagia, jangan menunggu lagi.
Bahagiakan dirimu sendiri.

Minggu, 18 Januari 2015

Menunggumu Pulang

Ruang ruang mengajarkan kita cara menanti
mengekang sensori pun sorak gejolak di hati
sambil membiarkan udara lalu lalang menembus ventilasi dan pori pori,
ia tetap mengutuk sepi.

Benarkah sabar justru memperpanjang waktu?

Karena rindu itu seperti lapar -- tak kenal basa basi bau!
Maka himpunlah semesta sesingkat masa bersama riuh lagu
lalu pulanglah padaku
seperti selalu.

Kamis, 18 Desember 2014

Kali Ini

Malam membisu, kali ini
Padahal ia melihatmu, melihatku
sedang sakit menahan kata
dan sesaknya deru rasa
Kita mati berdua
lalu mencoba berpegang
pada oksigen hampa
agar tak lagi hidup

Ah, sayangnya
Malam terlalu pendek
untuk mimpi-mimpi seperti kita.

Minggu, 30 November 2014

Kelabu

Kamu sedang kelabu, aku tahu
Maka kuseduhkan kopi hangat sedikit lebih manis
Dan kusiapkan selimut yang sedikit lebih tebal
Tapi kamu enggan renggang dari kelabumu
Pergi kamu dalam limpah hujan, membenamkan kepala yang ngilu
dan hati yang biru lebam

Kamu lupa satu hal: aku sakit melihatmu sakit.

Terikut aku pada biru ngilu
Kopi dan selimut kini menjamak
Tapi ah, sudahlah, pergi sana
Aku tak mau tahu,
Aku sedang kelabu!

Suara-suara di Luar

Kau tidak bisa berhenti sekarang
untuk menengok suara-suara di luar
Kau tak mengenal mereka, pun mereka tak mengenalmu
dan angin kerap membelokkan frekuensi

Tidak, kau tak bisa menyumbat kenangan
untuk mendengar suara-suara di luar
Kau tak merindu, pun ia tak merindumu
Bukankah hujan akan melarutkan dosa-dosa?

Jadi kuncilah pintumu, tutup jendelamu
Nyalakan semua lampu, bunyikan semua piringan hitam
Lalu berdansalah bersama masa kinimu
merayakan berlalunya masa lalu
dan suara-suara di luar mengelam padam.