Kamis, 06 Agustus 2015

Repetisi

Apa yang kau harapkan dari sebuah buku cetakan baru?

Desain sampul baru,
penerbit berbeda,
kertas jenis lain,
atau revisi

Tapi tak bisa kau harapkan cerita berbeda
Paragraf, bab, dan konflik akan sama saja
Bahkan jika penerjemah berbeda tafsir di sejumlah bagian,
pada ujungnya
tak bisa kau bahagiakan akhir yang sedih
atau meramaikan tamat yang sepi
atau menghidupkan tokoh yang mati.

Sabtu, 11 Juli 2015

Abstain

Di sana, di sudut malam
kulihat dia memandang dengan dosa dosa di matanya
persis pesakitan
merindu candu

Dia tahu, aku bukan pilihan untuk dicinta
Tapi dia tidak tahu,
sesibuk apapun mencari petunjuk,
bagaimana cara membatalkan cinta
yang tak pernah dipilihnya.

Seperti Pesta

Tadinya kukira ini pesta
sampai aku berakhir di toilet
menangis sendiri
muntah muntah kenangan yang kuteguk mentah mentah
lalu pulang dengan label pecundang

Aku memang mabuk, sayang.
Tapi cukup sadar untuk melihatmu hilang
sambil terus menyayang.

Selasa, 09 Juni 2015

Berhenti

Ada masa kau berhenti mencintaiku.
Di kala itu, langit menderukan hujan dan bulan berkeping pelan
Seluruh inderaku mati,
terbujur bersemut di samping peti

Di kala itu, tiang pancang siap melumat leherku tanpa penutup mata
Mungkin penutup matanya ada padamu?

Di kala itu, ruhku terenggut dari masa depanmu.

Ada masa kau berhenti mencintaiku.
Di sanalah aku membunuh puisi ini
dengan sebilah janji.

Selasa, 14 April 2015

Kalender*

Tanggal-tanggal dalam kalender selalu terlihat seperti langkah-langkah kecil bagiku
Tak ada yang bisa mencegahnya untuk belajar berjalan


Tapi berhati-hatilah!

Jangan pergi ke batas di mana kau tak bisa kembali
dan berhentilah ketika kau mendengar teriakan, "Tunggu!"
atau berbaliklah saat kau menemukan nada itu:
not terakhir di ujung tangga --- sebuah tanda untuk pulang.

*untuk Kesayangan-kesayanganku