Kamis, 18 Desember 2014

Kali Ini

Malam membisu, kali ini
Padahal ia melihatmu, melihatku
sedang sakit menahan kata
dan sesaknya deru rasa
Kita mati berdua
lalu mencoba berpegang
pada oksigen hampa
agar tak lagi hidup

Ah, sayangnya
Malam terlalu pendek
untuk mimpi-mimpi seperti kita.

Minggu, 30 November 2014

Kelabu

Kamu sedang kelabu, aku tahu
Maka kuseduhkan kopi hangat sedikit lebih manis
Dan kusiapkan selimut yang sedikit lebih tebal
Tapi kamu enggan renggang dari kelabumu
Pergi kamu dalam limpah hujan, membenamkan kepala yang ngilu
dan hati yang biru lebam

Kamu lupa satu hal: aku sakit melihatmu sakit.

Terikut aku pada biru ngilu
Kopi dan selimut kini menjamak
Tapi ah, sudahlah, pergi sana
Aku tak mau tahu,
Aku sedang kelabu!

Suara-suara di Luar

Kau tidak bisa berhenti sekarang
untuk menengok suara-suara di luar
Kau tak mengenal mereka, pun mereka tak mengenalmu
dan angin kerap membelokkan frekuensi

Tidak, kau tak bisa menyumbat kenangan
untuk mendengar suara-suara di luar
Kau tak merindu, pun ia tak merindumu
Bukankah hujan akan melarutkan dosa-dosa?

Jadi kuncilah pintumu, tutup jendelamu
Nyalakan semua lampu, bunyikan semua piringan hitam
Lalu berdansalah bersama masa kinimu
merayakan berlalunya masa lalu
dan suara-suara di luar mengelam padam.

Kamis, 02 Oktober 2014

Lima Menit

Kamu bicara tentang luka,
aku memeluk redup
Di mana kita, asa berbuih melenyap senyap
Cerita kita di telepon, di kafe, di mobil, di kerumunan pedagang pasar
kudengar semua hingga lelap
Tapi selalu ada yang tak kamu cerita
selalu ada yang tak kudengar
dari ribut-ribut sepanjang silsilah
pun doa yang kamu bisikkan pelan.

Di sini, dalam lima menit sisa waktu menulismu
Tak apa, biar tangis selimuti dingin-dingin, dalam sela yang bukan sejarah
bukan juga masa depan.

Aku sahabatmu. Selalu.

Minggu, 07 September 2014

Gerimis Pagi

Selalu ada cinta, meski usang,
di beranda oksipitalisku
Saking usangnya,
tak lagi terlihat kau yang jingga dengan senyum rindang
yang mudah lantas menjadi sulit
yang riang lalu mengerut
dan aku, terbaring amnesia
tentang detak rindu

Tak sering sama
ritme kita mengejar bahagia
dan aku tak suka barisanmu
Di tengah tetap mengiringi,
mampir aku sejenak - mencari hujan
berteman ke hati

Yang mudah lantas menjadi sulit: mencintamu.
Lalu cermin pun menayangkan seluruhku ---
yang tak layak dicinta.