Rabu, 31 Agustus 2022

Jebakan

"Ya Rabb-ku, ... jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala."
(Surah Ibrahim: 35) 

Ia, seorang nabi, Khalilullah, bapak para nabi. Tapi, ya, ia takut. Takut diri dan keturunannya berbuat kesyirikan. 

Saya terhenyak. Saya bukan siapa-siapa. Anak nabi, bukan. Seorang 'alim, bukan. Karib dengan 'alim pun tidak. 

Masih merasa aman? 
Hanya dengan mengantongi KTP 'Islam'? 

_Tidak ada yang takut akan kesyirikan dan kemunafikan kecuali orang-orang mukmin._

Merasa aman adalah jebakan!

Saya mendengar warna. Melihat atribut. Hilang di tengah ramai gempita.
Dan masih merasa aman? 

Batas itu tipis. Terus menerus menipis.

Saya paham benar bahwa tidak benar paham dan dunia benar-benar tempat kesalahpahaman. 

_Wallahu waliyyut taufiq._

Senin, 02 Mei 2022

Ramadhan

Ya Rabb. 
Sesungguhnya satu Ramadhan sering terasa tidak cukup bagi
kehausan hamba akan rahmatMu

Namun Engkaulah Rabb Yang Maha Mengetahui
dan hamba tidak tahu apa-apa

Dan Engkaulah Rabb yang begitu luas kasih sayangNya
dan hamba begitu kerdil, begitu butuh

Apalah hamba tanpa ampunanMu, ya Rabb
tanpa rahmat dan pertolonganMu

Sesungguhnya amalan hamba sangat sedikit
(itu pun, tidak bisa hamba lakukan tanpa bantuanMu), 
dan Engkau berhak atas yang lebih banyak dari hamba

Maka ampunilah kekurangan hamba, 
dan masukkanlah hamba ke dalam golongan orang-orang yang Engkau rahmati, Engkau mudahkan dalam beribadah, Engkau ampuni, Engkau terima ibadahnya, Engkau lindungi, Engkau beri pertolongan

Meski hamba tidak pantas untuk itu, tapi, 
hamba tidak bisa tanpa rahmatmu, ya Rabb

Apalah hamba tanpa ampunanMu

Hati hamba begitu perih dengan perginya ramadhan
dan yang bisa menenangkan hamba adalah bahwa rahmatMu ada di sepanjang tahun
Terimalah amalan hamba yang begitu sedikit dan penuh kekurangan ini, ya Rabb
dan dengan rahmatMu, hamba mohon cukupkanlah amalan hamba untuk mendapat rahmatMu lagi

Karena, sungguh, apalah hamba tanpa rahmatMu. 

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni
Rabbana taqabbal minna, innaka anta sami'ul 'alim.

Selasa, 19 April 2022

Kakekku yang Baik (2)

Saya masih mengingat jelas sorot dua mata itu. Sedikit basah, dilengkapi senyum merekah. Saya menangkap limpahan kata dan rasa di dalamnya: bangga. Kebanggaan yang sering saya rasa berlebih untuk prestasiku yang sebenarnya receh. 

Tak dipungkiri, memang, kakek dan nenek adalah orang-orang yang selalu menjadi 'fans' cucu-cucunya. Dukungan mereka punya warna berbeda dengan ibu bapak. Saya ingat bagaimana Etta, kakek saya, mengantar dan menjemput saya di sekolah. Atau bagaimana ia membuatkan ayunan untuk saya di halaman samping. Atau saat ia membuatkan kandang bagi kelinci peliharaan saya. Alhamdulillah, Biidznillah, menjadi cucu tertua memberikan saya lebih banyak waktu bersamanya, di masa sehatnya. 

Terakhir, sebelum usia tuanya merenggut sebagian besar kesadarannya, ia sempat memberikan saya sebuah senter. Ia, seperti halnya orang-orang tua zaman dulu, juga menggemari senter. Entah mengapa, tapi kuduga karena dulu sempat merasakan sulitnya pencahayaan di malam hari. Dengan kagum ia menjelaskan, 
"Senter ini bagus, Nak. Bisa diatur cahayanya mau besar atau kecil. Bisa di-charge juga, tidak usah ganti baterai. Siapa tahu kamu butuh kalau tiba-tiba mati lampu."

Saya baru sadar itu adalah pemberian yang sangat berarti. Bukan harganya, tapi simbol dan nilainya. Bahwa ia tidak ingin saya kesulitan, bahkan saat 'sekadar' mati lampu saja. 

Etta. Kebaikannya diingat semua orang, dan saya hanya salah satunya. Menjadi cucunya adalah salah satu rezeki tak ternilai dari Rabb yang Maha Perahmat. 

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fu'anhu.

Rabu, 16 Februari 2022

Matematika Ini Tidak Mudah, Bukan?



Hitunglah hal-hal di bawah ini!

Berapa kali kau terhimpit kesulitan, lalu Ia menolongmu? 

Berapa kali kau merasa begitu takut, dan Ia melindungimu? 

Berapa kali kau yakin tidak punya harapan, tapi Ia memberimu jalan keluar?


Lalu berapa kali kamu memaksiatiNya, saat sedang sendiri? 

                            dan Ia tetap menutup aibmu?


Berapa banyak nikmatNya padamu? 
Berapa banyak dosamu padaNya?

Tuliskan hasilnya dalam sujudmu!

Sabtu, 05 Februari 2022

Demensia

Halo, Diri. 

Allah ﷻ sudah memfasilitasimu dengan SEMUA yang kamu butuhkan untuk akhiratmu.

Jadi apa yang memberatkan hatimu? Keinginan dunia? 

Ingat, kamu itu hamba.
Memangnya untuk apa
                                      kamu diciptakan?